Doger Subang

Doger Subang

Deskripsi

            Doger dalam pengertiannya berasal dari kata Dog dan Ger, Dog artinya dog-dog, yaitu waditra pengiring pada Kesenian Reog yang terbuat dari bahan kayu pohon kelapa dan membrannya dari kulit kambing, dan Ger bentuk kata akronim  Beger, artinya orang yang sedang kasmaran.


            Dahulu kesenian doger adalah  merupakan kesenian rakyat yang dijadikan media hiburan masyarakat  Kabupaten Subang  terutama bagi orang-orang yang sedang kasmaran, bentuk sajiannya, Kesenian doger merupakan tarian pergaulan yang dibawakan oleh penari wanita (Ronggeng), diiringi oleh waditra gamelan yang dimainkan oleh beberapa orang nayaga berdasarkan fungsinya, dan dipimpin oleh seoarang pimpinan yang disebut lurah kongsi. Kesenian Dogerseiring dengan perkembangan jamannya tumbuh dan berkembang dikalangan masyarakat serta mengalami tahapan perubahan dalam fungsi sajiannya.

            Di Kabupaten Subang,pada awalnya kesenian Doger sebagai media hiburan masyarakat di wilayah perkebunan, dan dipergelarkan di pelataran, secara berkeliling (ngamen), sekarang Kesenian Doger disajikan diatas panggung, sebagai media hiburan, atau apresiasi masyarakat.

            Baju tari Doger Subang memiliki beberapa ciri khas yang unik dan menarik. Berikut adalah beberapa di antaranya :
  1. Baju Lengan Panjang : Penari Doger biasanya mengenakan baju lengan panjang yang sering kali dihiasi dengan berbagai ornamen.
  2. Rok Panjang Berbentuk Klok : Rok yang digunakan berbentuk klok dan tidak ketat, memberikan kebebasan gerak bagi penari.
  3. Selendang : Selendang yang dikalungkan di leher atau bahu menjadi salah satu aksesori penting dalam kostum tari Doger.
  4. Kaos Kaki : Penari juga mengenakan kaos kaki yang biasanya sebatas lutut.
(Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, 2021)

Video Kesenian